(Lantai 2 utara Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM)
“Empty your mind, focus..” (Jackie Chan, dalam Karate Kid)
Sering kali kita merasakan ketakutan. Hidup yang penuh misteri ini seperti kotak pandora yang setiap saat bisa membuat pemiliknya jatuh terjengkang. Pernah terpikir seandainya masa depan kita jelas, mungkin akan jauh lebih mudah menjalaninya. Tidak seperti sekarang, belajar apapun dan berharap salah satu yang kita pelajari berguna untuk masa depan kita. Diversifikasi resiko, seperti investasi dalam portfolio.
Beberapa saat lalu, aku mendengar Jepang terkena 3 musibah, gempa, tsunami, dan nuklir. Membayangkannya saja membuat merinding. Suasanya pasti kacau balau. Teringat bagaimana letusan merapi saja membuat aku dan adikku menjadi pengungsi.
This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 25 Maret 2011
Sabtu, 26 Februari 2011
Kita Untuk Selamanya
eiyo... it's not the end, it's just beginning
ok... detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario... eyo... baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu
Kamis, 24 Februari 2011
Teruskan NYALAMU!!
Sambil nungguin Pak Irfan, di lorong fotocopy BPFE, mau konsultasi skripsi. Acara semalem ninggalin kelegaan buatku. Sebabnya, finally I feel I’m not alone. Beberapa temen seasrama juga merasakan hal yang sama. Hampir kebanyakan anak2 asrama ‘terancam’ sedikit lama lulusnya.
Entah temen2 berpikir apa. Tapi buatku itu bukan sebuah musibah. Anak2 asrama emang ‘wajar’ telat lulus, walaupun seharusnya tidak menjadi excuse. Kita punya kelebihan dibanding orang lain ko, seenggaknya kita punya kemampuan beladiri minimal sabuk biru (haghaghaghag...)
Serius mode on nie. Curhatan2 semalem jelas banget bukan Cuma kita yang rasain, bisa jadi nie rasa yang ada di 5 regional. Terus terang aku juga sering ngerasain gitu boy. Coba aja bayangin, lha wong anak2 ’07 dah pada duduk2 di depan ruang dosen, ditanyain, “mau ngapain?”, jawabannya,”ini nih, konsul skripsi.” Terus dia balik nanya,”lha lu?”, gw bilang, “nie kuliah boy, 24 sks..” (Gubrak! Dalam ati)
Kamis, 27 Januari 2011
Biarkan 'Penghapus' Menjadi Milik-Nya
“Allah menyerahkan kita pensil untuk menuliskan semua impian dan target-target kita,tapi Dia tidak menyerahkan penghapusnya karena Dia yang paling tau bagian mana yang seharusnya dihapus”
Kalimat tersebut aku terima dari seorang kawan. Dia mengatakannya padaku karena aku bertanya, “pernah ga si kamu ngerasa khawatir ma masa depan kamu? Apalagi ketika kamu berada dalam lingkungan yang orang-orangnya begitu cepat bergerak dan tinggal selangkah menggapai targetnya, sementara kamu masih jauh tertinggal?”.
Jawaban pada kalimat paling atas tepat buatku. Seharusnya kita bersyukur diberikan lingkungan yang sangat progresif dan kompetitif. Lingkungan seperti ini yang akan terus membuat kita sadar dan siaga menghadapi hidup. Diri kita mungkin memar, mungkin juga terluka dengan semua gesekan dan tekanan yang berat, tapi itu jauh lebih baik daripada kita tertidur di tengah pertempuran.
Pernah denger cerita seekor kera kan? Seekor kera begitu kuat menghadapi angin yang kencang. Semakin kencang angin bertiup, semakin kencang pula cengkeraman kedua tangannya pada pohon. Akan tetapi ketika angin sepoi-sepoi yang datang, dia merasa nyaman, matanya mulai mengantuk, dan cengkeramannya melemas hingga badannya pun terjatuh dari atas pohon.
Langganan:
Postingan (Atom)







