“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami."
This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 30 Oktober 2009
Kamis, 29 Oktober 2009
Pergi jauh.....
Kuingin pergi jauh… terbang bebas...... melesapi ruang-ruang tak bernyawa dan memberikannya arti dari sebuah pengakuan….
Aku ingin berlari jauh mengejar kebahagiaan yang seolah terbendung dalam kesendirian dan kesedihan…..
Pahit ini terus menerus memberikanku pelajaran…
Takjubku pada diri-Nya yang memberiku pelajaran dengan sangat indah…. Memaksaku untuk mengerti bahwa keindahan memang tak selamanya menyenangkan…
Indah bisa berarti tangis…
Indah bisa berarti perpisahan…
Indah bisa berarti tawa…
Indah… bukan hanya kebersamaan… tetapi juga perpisahan…
Indah bisa berarti mengejar sekuat tenaga tanpa henti dan putus asa, sampai saatnya harus berhenti total dan menyerah pada ketentuan-Nya….
Hmphh….
Masih banyak manusia menangis dengan perut kosong di tengah keberlimpahan pangan dan tidur beralaskan tanah dan batu…..
Sementara di sini aku melihat seorang manusia nista menangis hanya karena harus melupakan separuh nafasnya…
Afwan yaa Rabb….
Begitu lemah diri ini…. hanya karena kehilangan separuh nafas ini….
Aku ingin berlari jauh mengejar kebahagiaan yang seolah terbendung dalam kesendirian dan kesedihan…..
Pahit ini terus menerus memberikanku pelajaran…
Takjubku pada diri-Nya yang memberiku pelajaran dengan sangat indah…. Memaksaku untuk mengerti bahwa keindahan memang tak selamanya menyenangkan…
Indah bisa berarti tangis…
Indah bisa berarti perpisahan…
Indah bisa berarti tawa…
Indah… bukan hanya kebersamaan… tetapi juga perpisahan…
Indah bisa berarti mengejar sekuat tenaga tanpa henti dan putus asa, sampai saatnya harus berhenti total dan menyerah pada ketentuan-Nya….
Hmphh….
Masih banyak manusia menangis dengan perut kosong di tengah keberlimpahan pangan dan tidur beralaskan tanah dan batu…..
Sementara di sini aku melihat seorang manusia nista menangis hanya karena harus melupakan separuh nafasnya…
Afwan yaa Rabb….
Begitu lemah diri ini…. hanya karena kehilangan separuh nafas ini….
Rabu, 02 September 2009
Multi Paradigma Krisis Lingkungan
Bumi ini makin lama makin tandus. Hamparan kehijauan yang seharusnya terlihat semarak di sepanjang kawasan khatulistiwa mulai memutih. Warna putih yang identik dengan dinding beton tersebut telah benar-benar mewarnai lebih dari 2/3 daratan yang ada di dunia ini. Tak beda dengan siang, saat malam pun hampir tak ada bagian gelap yang menjadi ciri khas kawasan tak berpenghuni di hampir seluruh bagian bumi ini. Semuanya terang benderang berkelap-kelip oleh lampu rumah atau pun bangunan tingkat tinggi.
Di dalam tanah yang biasanya tak terlihat entah sudah tinggal tersisa berapa kubik lagi persediaan air yang seharusnya mencukupi kebutuhan manusia di bumi ini. padahal pertumbuhan jumlah populasi manusia yang pesat mengisyaratkan kapasitas cadangan air yang banyak, dan itu tidak ditemui sekarang dengan jumlah bangunan-bangunan tingkat tinggi yang makin banyak. Di beberapa temat bahkan pencarian air dilakukan dengan jalan berkilo-kilo karena memang tempat mereka tinggal tidak memiliki air alias tandus.
Cuaca yang terjadi belakangan ini juga mulai memberontak dengan siklus yang tak menentu. Musim hujan bisa berbulan-bulan tidak diimbangi dengan musim kemaraunya yang hanya sedikit, begitu juga sebaliknya. Tumbuhan-tumbuhan yang biasa mengikuti siklus cuaca secara teratur mengalami penurunan kualitas kehidupan. Buah-buah yang dihasilkan olehnya pun mengalami penurunan kualitas secara drastis. Hewan-hewan yang memiliki habitat di daerah hutan-hutan, rawa, ataupun padang savana harus menerima akibatnya. Habitat mereka rusak akibat cuaca yang tak menentu ini. Akibatnya jelas adalah penurunan jumlah populasi hewan secara drastis.
Gejala-gejala seperti ini jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan hal yang luar biasa berbahaya. Semua kehidupan di bumi ini saling mempengaruhi satu sama lainnya, tak ada yang independen terpisah dari kehidupan makhluk lainnya. Contoh mudahnya adalah masalah rantai makanan yang pasti akan terganggu dengan rusaknya lingkungan di bumi ini. kerusakan rantai makanan yang dimulai dari makin tandusnya bumi, berefek kepada makin langkanya air, lalu berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan, kehidupan tumbuhan yang terganggu menyebabkan terganggu pula hewan-hewan pemakan tumbuhan, terganggunya hewan pemakan tumbuhan menyebabkan terganggunya kehidupan hewan-hewan jenis karnifora, dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap kehidupan manusia itu sendiri yang notabene mengkonsumsi tumbuhan dan hewan.
Banyak hal yang menyebabkan permasalahan ini muncul. Permasalahan ini bisa dikaji dari permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, tata perkotaan, teknologi, dan lain sebagainya. Walaupun memang hal-hal yang telah disebutkan di atas bukan merupakan penyebab utama dari krisis lingkungan yang terjadi, tetapi keikutsertaan beberapa hal tersebut dalam pemikiran dan langkah mengatasi krisis lingkungan menjadi penting.
Kita tidak bisa memungkiri bahwa kerusakan lingkungan ini terjadi atas sebagian kontribusi dari ekonomi yang mengukur kesejahteraan negaranya dengan pertumbuhan ekonomi, padahal seringkali hal tersebut menjadi bumerang bagi diri sendiri. Ilmu ekonomi yang fatal, hal ini terkait mindset yang salah dalam menafsirkan masalah pertumbuhan ekonomi dan hubungannya dengan kesejahteraan. Dalam buku Paul Ormerod yang berjudul “Matinya Ilmu Ekonomi”, beliau menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa membuktikan kesejahteraan masyarakat di sebuah negara, tetapi malah bisa menjadi bumerang, sebagai angka kehancuran bagi lingkungan negaranya.
Belum lagi ditambah permasalahan tata kota yang semerawutan. Di tempat yang seharusnya menjadi kantung-kantung cadangan air, tiba-tiba dibangun mall, apartment, gedung bertingkat, dan sebagainya yang pasti mengambil berliter-liter air cadangan tersebut. Lapangan golf yang makin banyak membabat hutan-hutan tempat produksi utama udara menambah kacau polusi yang ada di daerah kota tersebut. Di desa pun tak lepas dari permasalahan tata kota ini. Sawah-sawah hijau yang terhampar dan begitu anggunnya terlihat makin lama makin berkurang dan menyempit. Alhasil, akhirnya tempat-tempat tersebut tak ubahnya dengan kota.
Kesadaran masyarakat terkait krisis lingkungan memang seharusnya mulai menjadi perhatian serius. Hal ini penting karena manusia yang berkumpul menjadi masyarakat itulah yang menjadi tonggak perubahan. Banyak hal yang bisa dilakukan manusia untuk mengurangi atau mengatasi krisis lingkungan yang terjadi. Solusi-solusi bisa berasal dari penggunaan teknologi ramah lingkungan, perekonomian yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata tetapi juga sektor riil dan lingkungan, tata kota yang lebih rapi dan terencana, dan sebagainya. Akan tetapi tetap saja semua itu harus dimulai dengan penanaman mindset yang benar terkait permasalahan krisis lingkungan yang terjadi.
Di dalam tanah yang biasanya tak terlihat entah sudah tinggal tersisa berapa kubik lagi persediaan air yang seharusnya mencukupi kebutuhan manusia di bumi ini. padahal pertumbuhan jumlah populasi manusia yang pesat mengisyaratkan kapasitas cadangan air yang banyak, dan itu tidak ditemui sekarang dengan jumlah bangunan-bangunan tingkat tinggi yang makin banyak. Di beberapa temat bahkan pencarian air dilakukan dengan jalan berkilo-kilo karena memang tempat mereka tinggal tidak memiliki air alias tandus.
Cuaca yang terjadi belakangan ini juga mulai memberontak dengan siklus yang tak menentu. Musim hujan bisa berbulan-bulan tidak diimbangi dengan musim kemaraunya yang hanya sedikit, begitu juga sebaliknya. Tumbuhan-tumbuhan yang biasa mengikuti siklus cuaca secara teratur mengalami penurunan kualitas kehidupan. Buah-buah yang dihasilkan olehnya pun mengalami penurunan kualitas secara drastis. Hewan-hewan yang memiliki habitat di daerah hutan-hutan, rawa, ataupun padang savana harus menerima akibatnya. Habitat mereka rusak akibat cuaca yang tak menentu ini. Akibatnya jelas adalah penurunan jumlah populasi hewan secara drastis.
Gejala-gejala seperti ini jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan hal yang luar biasa berbahaya. Semua kehidupan di bumi ini saling mempengaruhi satu sama lainnya, tak ada yang independen terpisah dari kehidupan makhluk lainnya. Contoh mudahnya adalah masalah rantai makanan yang pasti akan terganggu dengan rusaknya lingkungan di bumi ini. kerusakan rantai makanan yang dimulai dari makin tandusnya bumi, berefek kepada makin langkanya air, lalu berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan, kehidupan tumbuhan yang terganggu menyebabkan terganggu pula hewan-hewan pemakan tumbuhan, terganggunya hewan pemakan tumbuhan menyebabkan terganggunya kehidupan hewan-hewan jenis karnifora, dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap kehidupan manusia itu sendiri yang notabene mengkonsumsi tumbuhan dan hewan.
Banyak hal yang menyebabkan permasalahan ini muncul. Permasalahan ini bisa dikaji dari permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, tata perkotaan, teknologi, dan lain sebagainya. Walaupun memang hal-hal yang telah disebutkan di atas bukan merupakan penyebab utama dari krisis lingkungan yang terjadi, tetapi keikutsertaan beberapa hal tersebut dalam pemikiran dan langkah mengatasi krisis lingkungan menjadi penting.
Kita tidak bisa memungkiri bahwa kerusakan lingkungan ini terjadi atas sebagian kontribusi dari ekonomi yang mengukur kesejahteraan negaranya dengan pertumbuhan ekonomi, padahal seringkali hal tersebut menjadi bumerang bagi diri sendiri. Ilmu ekonomi yang fatal, hal ini terkait mindset yang salah dalam menafsirkan masalah pertumbuhan ekonomi dan hubungannya dengan kesejahteraan. Dalam buku Paul Ormerod yang berjudul “Matinya Ilmu Ekonomi”, beliau menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa membuktikan kesejahteraan masyarakat di sebuah negara, tetapi malah bisa menjadi bumerang, sebagai angka kehancuran bagi lingkungan negaranya.
Belum lagi ditambah permasalahan tata kota yang semerawutan. Di tempat yang seharusnya menjadi kantung-kantung cadangan air, tiba-tiba dibangun mall, apartment, gedung bertingkat, dan sebagainya yang pasti mengambil berliter-liter air cadangan tersebut. Lapangan golf yang makin banyak membabat hutan-hutan tempat produksi utama udara menambah kacau polusi yang ada di daerah kota tersebut. Di desa pun tak lepas dari permasalahan tata kota ini. Sawah-sawah hijau yang terhampar dan begitu anggunnya terlihat makin lama makin berkurang dan menyempit. Alhasil, akhirnya tempat-tempat tersebut tak ubahnya dengan kota.
Kesadaran masyarakat terkait krisis lingkungan memang seharusnya mulai menjadi perhatian serius. Hal ini penting karena manusia yang berkumpul menjadi masyarakat itulah yang menjadi tonggak perubahan. Banyak hal yang bisa dilakukan manusia untuk mengurangi atau mengatasi krisis lingkungan yang terjadi. Solusi-solusi bisa berasal dari penggunaan teknologi ramah lingkungan, perekonomian yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata tetapi juga sektor riil dan lingkungan, tata kota yang lebih rapi dan terencana, dan sebagainya. Akan tetapi tetap saja semua itu harus dimulai dengan penanaman mindset yang benar terkait permasalahan krisis lingkungan yang terjadi.
Jumat, 14 Agustus 2009
Maha Besar Allah, atas Ujian dan Cobaan-Nya
“Benarkah Hawa tercipta dari bagian tulang Adam, sehingga Kau menetapkan dirinya untuk Adam….., jika benar, aku mohon jadikan aisyah berasal dari bagian diriku…. Dan tetapkan dirinya untukku yaa Allah…”
Sungguh Maha Besar Engkau .. Yaa Allah…. Engkaulah Tuhan Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Engkau berkuasa untuk membolak-balikkan hati anak manusia, dari benci menjadi cinta, dari cinta menjadi bosan, dari bosan menjadi rindu, dari rindu menjadi benci, dan begitu seterusnya. Engkaulah Yang Maha Berkuasa dalam merekayasa sesuatu hal sesuai keinginan-Mu, bahkan rekayasa yang tak pernah terbayangkan akan terjadi. Rekayasa yang sungguh halus, tak terasa, sangat elegan, dan sangat tak mungkin terpikirkan oleh manusia mana pun bisa Kau lakukan dengan sekejap saja. Seorang anak manusia yang menerimanya pun terkejut yaa Allah. Tak sadar dia ternyata sudah berada pada rekayasa-Mu, berada di dalam suatu kondisi yang tidak mungkin terpikirkan sebelumnya. Seorang yang awalnya tegar…. Mampu berpikir besar…. Bersikap layaknya seorang pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri….. tiba-tiba berbalik….
Tiba-tiba saja dia seperti lumpuh, tak memiliki kekuatan. Otaknya yang terbiasa memikirkan negara, bangsa, agama, tiba-tiba berbalik, hilang. Tiba-tiba saja sel-sel otak itu memuncukan bentuk-bentuk kerinduan, cinta, kasih sayang, kecemburuan yang sebelumnya sangat tidak mungkin berada di dalamnya. Tiba-tiba mata yang terbiasa membaca buku berhalaman-halaman dan rela terbuka sampai larut hanya untuk menyerap ilmu pengetahuan pun basah Yaa Allah, basah dengan air mata, air mata cinta, kerinduan, kecemburuan. Kelopak mata itu sekarang hanya menjadi waduk, bagi air mata yang tiba-tiba saja bisa jatuh. Tangan dengan jari-jarinya yang sangat biasa menari di atas tuts-tuts keyboard laptop pun telah jarang melakukan kebiasaannya. Tangan dan jari-jari ini tiba-tiba saja hanya menjadi sapu tangan, alat penyeka air mata bagi pipinya yang basah. Tangan ini juga menjadi sangat pasif, seolah tanpa semangat, sehingga hanya terbiasa menengadah untuk memohon keajaiban-Mu atas ujian cinta dan kecemburuan yang kau berikan. Bibir yang sering kali mengatakan wacana-wacana baru tentang ekonomi politik ini pun bisu, setiap saat yang terlontar darinya hanyalah kata-kata cinta, cemburu, rindu. Tubuh ini pun menjadi sangat lemah, mudah sekali sakit…..…lemah sekali…….
Masihkah akan Kau berikan ujian ini pada anak manusia itu Yaa Allah? Sungguh hati anak manusia itu telah lelah Yaa Allah. Setiap kali Kau angkat dia dan Kau bahagiakan dia dari kepedihannya, Kau jatuhkan lagi dia. Kau angkat kembali dia, lalu Kau jatuhkan kembali dia. Begitu seterusnya. Kau berikan dia tangisan yang keras, lalu Kau berikan dia senyuman, lalu Kau berikan lagi tangisan yang lebih keras dari sebelumnya. Kau tenangkan dia dengan hiburan-hiburan, lalu Kau berikan lagi kegelisahan dengan kecemburuan itu padanya. Begitu seterusnya. Kau buat dia menjadi sosok yang tak berharga, kehilangan hatinya, tergantung, tertusuk dari belakang dan bahkan tak punya kuasa untuk mampu melakukan apa-apa menghadapi kondisi seperti ini.
Yaa Allah….. ampuni aku dan segala kesalahanku. Ampuni segala kekuranganku untuk menepati semua janji yang telah aku ucapkan. Ampuni atas kebelum-mampuanku membimbing, menjaga, mengasihi, menyayangi, hamba-Mu yang indah, yang Kau titipkan padaku. Aku mengakuinya Yaa Allah, aku telah menyakitinya dan tidak mempedulikannya. Aku telah membiarkannya sendiri dengan mengerjakan amanah-amanah dan target-target pribadiku.
Tapi aku telah mengakuinya Yaa Allah, aku mengakuinya dan berjanji dengan hatiku sendiri untuk memperbaikinya, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat sebelumnya kepadanya. Aku yakin Kau jauh lebih mengerti bagaimana sakit yang aku rasakan dibanding diriku sendiri, aku mohon Yaa Allah…. Sampai kapan Kau berikan aku cobaan ini Yaa Allah… Kau jauh lebih mengerti titik kelemahanku…. Kecemburuan adalah salah satu titik kelemahanku…. Dan Kau buatkan cobaan dengan titik itu…. Allahu akbar…. Maha Besar diri-Mu Yaa Allah…..
Semoga Kau mendengar curahan hatiku ini Yaa Allah… karena Kau telah mengetahui apa yang akan aku tulis ini, jauh sebelum tulisanku ini terbentuk. Kau Yang Maha Mengetahui apa yang telah terjadi padaku dan akan terjadi padaku, jauh lebih tahu dibandingku. Kau Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jauh melebihi daripada kasih dan sayang yang aku berikan padanya selama ini.
Yaa Allah jangan marah atas tulisan yang aku buat ini. Aku hanya bingung, apalagi yang bisa aku lakukan selain menyerahkan semua urusan pada-Mu lewat doa, tulisan, dan kata-kata. Kau tinggikan derajat orang-orang yang Kau kehendaki, dan Kau rendahkan derajat orang-orang yang Kau Kehendaki.
Afwan Yaa Allah… hati ini telah mengerti dan sadar akan kesalahan yang telah diperbuat….
Apakah Kau berkenan mengakhiri ujian yang kau berikan ini Yaa Allah…..
Sungguh Maha Besar Engkau .. Yaa Allah…. Engkaulah Tuhan Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Engkau berkuasa untuk membolak-balikkan hati anak manusia, dari benci menjadi cinta, dari cinta menjadi bosan, dari bosan menjadi rindu, dari rindu menjadi benci, dan begitu seterusnya. Engkaulah Yang Maha Berkuasa dalam merekayasa sesuatu hal sesuai keinginan-Mu, bahkan rekayasa yang tak pernah terbayangkan akan terjadi. Rekayasa yang sungguh halus, tak terasa, sangat elegan, dan sangat tak mungkin terpikirkan oleh manusia mana pun bisa Kau lakukan dengan sekejap saja. Seorang anak manusia yang menerimanya pun terkejut yaa Allah. Tak sadar dia ternyata sudah berada pada rekayasa-Mu, berada di dalam suatu kondisi yang tidak mungkin terpikirkan sebelumnya. Seorang yang awalnya tegar…. Mampu berpikir besar…. Bersikap layaknya seorang pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri….. tiba-tiba berbalik….
Tiba-tiba saja dia seperti lumpuh, tak memiliki kekuatan. Otaknya yang terbiasa memikirkan negara, bangsa, agama, tiba-tiba berbalik, hilang. Tiba-tiba saja sel-sel otak itu memuncukan bentuk-bentuk kerinduan, cinta, kasih sayang, kecemburuan yang sebelumnya sangat tidak mungkin berada di dalamnya. Tiba-tiba mata yang terbiasa membaca buku berhalaman-halaman dan rela terbuka sampai larut hanya untuk menyerap ilmu pengetahuan pun basah Yaa Allah, basah dengan air mata, air mata cinta, kerinduan, kecemburuan. Kelopak mata itu sekarang hanya menjadi waduk, bagi air mata yang tiba-tiba saja bisa jatuh. Tangan dengan jari-jarinya yang sangat biasa menari di atas tuts-tuts keyboard laptop pun telah jarang melakukan kebiasaannya. Tangan dan jari-jari ini tiba-tiba saja hanya menjadi sapu tangan, alat penyeka air mata bagi pipinya yang basah. Tangan ini juga menjadi sangat pasif, seolah tanpa semangat, sehingga hanya terbiasa menengadah untuk memohon keajaiban-Mu atas ujian cinta dan kecemburuan yang kau berikan. Bibir yang sering kali mengatakan wacana-wacana baru tentang ekonomi politik ini pun bisu, setiap saat yang terlontar darinya hanyalah kata-kata cinta, cemburu, rindu. Tubuh ini pun menjadi sangat lemah, mudah sekali sakit…..…lemah sekali…….
Masihkah akan Kau berikan ujian ini pada anak manusia itu Yaa Allah? Sungguh hati anak manusia itu telah lelah Yaa Allah. Setiap kali Kau angkat dia dan Kau bahagiakan dia dari kepedihannya, Kau jatuhkan lagi dia. Kau angkat kembali dia, lalu Kau jatuhkan kembali dia. Begitu seterusnya. Kau berikan dia tangisan yang keras, lalu Kau berikan dia senyuman, lalu Kau berikan lagi tangisan yang lebih keras dari sebelumnya. Kau tenangkan dia dengan hiburan-hiburan, lalu Kau berikan lagi kegelisahan dengan kecemburuan itu padanya. Begitu seterusnya. Kau buat dia menjadi sosok yang tak berharga, kehilangan hatinya, tergantung, tertusuk dari belakang dan bahkan tak punya kuasa untuk mampu melakukan apa-apa menghadapi kondisi seperti ini.
Yaa Allah….. ampuni aku dan segala kesalahanku. Ampuni segala kekuranganku untuk menepati semua janji yang telah aku ucapkan. Ampuni atas kebelum-mampuanku membimbing, menjaga, mengasihi, menyayangi, hamba-Mu yang indah, yang Kau titipkan padaku. Aku mengakuinya Yaa Allah, aku telah menyakitinya dan tidak mempedulikannya. Aku telah membiarkannya sendiri dengan mengerjakan amanah-amanah dan target-target pribadiku.
Tapi aku telah mengakuinya Yaa Allah, aku mengakuinya dan berjanji dengan hatiku sendiri untuk memperbaikinya, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat sebelumnya kepadanya. Aku yakin Kau jauh lebih mengerti bagaimana sakit yang aku rasakan dibanding diriku sendiri, aku mohon Yaa Allah…. Sampai kapan Kau berikan aku cobaan ini Yaa Allah… Kau jauh lebih mengerti titik kelemahanku…. Kecemburuan adalah salah satu titik kelemahanku…. Dan Kau buatkan cobaan dengan titik itu…. Allahu akbar…. Maha Besar diri-Mu Yaa Allah…..
Semoga Kau mendengar curahan hatiku ini Yaa Allah… karena Kau telah mengetahui apa yang akan aku tulis ini, jauh sebelum tulisanku ini terbentuk. Kau Yang Maha Mengetahui apa yang telah terjadi padaku dan akan terjadi padaku, jauh lebih tahu dibandingku. Kau Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jauh melebihi daripada kasih dan sayang yang aku berikan padanya selama ini.
Yaa Allah jangan marah atas tulisan yang aku buat ini. Aku hanya bingung, apalagi yang bisa aku lakukan selain menyerahkan semua urusan pada-Mu lewat doa, tulisan, dan kata-kata. Kau tinggikan derajat orang-orang yang Kau kehendaki, dan Kau rendahkan derajat orang-orang yang Kau Kehendaki.
Afwan Yaa Allah… hati ini telah mengerti dan sadar akan kesalahan yang telah diperbuat….
Apakah Kau berkenan mengakhiri ujian yang kau berikan ini Yaa Allah…..
Langganan:
Postingan (Atom)







